Senin, 28 Maret 2016

Published 21.57 by with 0 comment

MATI SEKARANG





Kalau mati sekarang, mumpung istriku masih cantik
Pasti dia bisa cari pengganti super keinginannya
                                Mumpung “mungkin” masih ada yang mau memandi-kafaniku dengan gratis
                                Mumpung masih ada yang mensholat-kuburkan mayatku, agar tak bau
                                Mumpung keranda belum pecah rodanya
“berharap” setidaknya masih ada

Kalau mati sekarang, mumpung murah
Mumpung masih ada tanah kuburan Cuma-Cuma, tanpa sewa
Mumpung secarik kain kafan belum terlalu mahal
Mumpung kayu randu buat nisan bisa minta tetangga
Mumpung tak pelu membuat peti mati
Tentu tak terlalu memberatkan mengurus jasadku

Kalau mati sekarang, mumpung tumpukan dosa membahana belum bertambah gila
Pasti berhenti pertumbuhan gilanya
                                “semoga” ada setitik cahaya tuk dilihat
                                “semoga” ada semanik cendera mata tuk dikenang
“berangan” bekas samar tertinggal direrumputan

Kalau mati sekarang, hmmmmmmm
                                “semoga” secuil do’a mengiring pengurugan jasadku
                                “semoga” setahun sekali teringat sambangi gundukan tanah itu,
mencabut-sisihkan rumput dan dedaun kering
“semoga” lelehan do’a anak-anakku mengalir bersama sunyi
                                “semoga” ruang tunggu itu tak bosan lalu menghimpitku
“roja” titik cahaya menemani tak kehabisan nyala

Kalau mati sekarang, tapi anak-nakku masihlah kecil
                                “jelas” belum cukup dipahaminya rute jalan lurus itu
Jangan-jangan tersesat dijalan berliku-bercabang-cabang
                                “jelas” belum dimengertinya si sholeh yang mendo’a
Jangan-jangan dicaci-bencinya buah pikir-tanganku tak seberapa itu
                                “jelas” belum cukup ditapakinya jejak-jejak perjanjian hidupnya
Jangan-jangan disobek-bakarnya bongkah prasasti jiwa-hatinya, perjanjian pra kelahirannya

perjanjian pra kelahirannya .........

                                                                                                                Way Jepara,  18 Maret 2016        
      edit

0 komentar:

Posting Komentar